Pindah Ke KTP Elektronik Kena Denda 25 Ribu

image

Hari selasa (6/9) kemarin, saya pergi ke kantor kecamatan guna migrasi dari KTP konvensional ke E-KTP. Hal yang membuat saya mengurus E-KTP adalah karena himbauan dari Kemdagri, soal diberi tenggat waktu pembuatan E-KTP hingga akhir bulan september 2016.
Karena kedepannya semua pelayanan publik mewajibkan E-KTP sebagai syarat utamanya. Karena tidak mau diribetkan dimasa mendatang, mau tidak mau harus mengurus E-KTP sesegera mungkin.

Untuk mengurus E-KTP saya langsung tancap gas ke kantor Kecamatan. Alias tidak mencari surat pengantar dari RT/RW dan kelurahan. Sebenarnya saya hanya coba-coba mengurus E-KTP tanpa surat pengantar segala.

Karena saya baca di forum online, ada yang mengatakan harus memakai surat pengantar dan ada yang tidak. Akan tetapi saya mengikuti perkataan Pak Tjahjo Kumolo, kalau pengurusan E-KTP itu bisa langsung dikantor kecamatan atau ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat. Dan memang, pembuatan E-KTP itu bisa langsung ke Kecamatan.

Setelah sampai dikantor kecamatan, saya menuju dibagian pelayanan umum. Di depan petugas saya mengungkapkan maksud dan tujuan, serta menyodorkan KTP lama. Setelah itu saya diberi surat pembuatan E-KTP, lalu mengisi dengan data sesuai KTP.

Hari itu cukup banyak masyarakat yang mengurus E-KTP, jadi saya harus menunggu antrian.

Setelah giliran saya tiba, saya menuju mbak-mbak petugas. Karena sebelumnya saya belum pernah perekaman data, jadi yang harus saya lakukan adalah perekaman data.

Perekaman data meliputi pengambilan foto, tanda tangan, sidik jari, dan pengambilan gambar mata. Setelah pengambilan data, saya harus antri menunggu panggilan kembali. Saya menuju mbak petugas tadi saat nama saya disebut. Ternyata saya diberi semacam undangan pengambilan E-KTP pada tanggal 16 September yang akan datang.

Saya mengamati undangan tersebut, terlampir sebuah nota ada nominal 25 ribu rupiah. Petugas tadi menjelaskan bahwa pengambilan E-KTP pada tanggal 16, dan saya diharuskan membayar denda sebesar 25 ribu. Tanpa rasa penasaran, saya beri pecahan 100 ribuan.

Sekilas saya melihat papan informasi yang terpampang, denda 25 ribu itu untuk keterlambatan pembuatan KTP saat berusia 18 tahun. Tapi kan saya sudah membuat KTP saat berumur 17 tahun. Dan tahun 2014 itu proyek E-KTP masih banyak kekurangan, makanya saya hanya mendapat KTP biasa.

Di tahun 2016 ini saya memutuskan untuk migrasi dari KTP lama ke E-KTP. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah migrasi dari KTP lama ke E-KTP itu sama saja buat KTP baru? Jadi saya dapat denda 25 ribu?

Sayangnya saya tidak sempat bertanya ke petugas yang bersangkutan.

Advertisements

7 thoughts on “Pindah Ke KTP Elektronik Kena Denda 25 Ribu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s